Nyatanya, Tak Semua Insan Muda Peduli pada Penderitaan Negara dan Saudara Sebangsanya

Saudaraku semua, sebelum membaca seluruh isi artikel esai ini, marilah kita turut berbelasungkawa atas kejadian yang telah terjadi pada tanggal 28 Agustus 2025. Tindakan kekerasan yang dilakukan oleh polisi telah menewaskan saudara sebangsa kita bernama Affan Kurniawan. Dengan ini dan kejadian buruk lainnya, apakah anda masih tidak peduli dan menyalahkan seluruh orang yang bersuara untuk seluruh rakyat Indonesia?

Berduka



[Saksi atas kasus ketidakpedulian ini adalah saya sendiri, dengan pelaku seorang berumur lebih muda, dan bukti percakapan telah tersimpan dan tidak dipublikasikan.]

Saat ini, berita mengenai permasalahan kehidupan berbangsa dan bernegara sudah semakin banyak. Masalah itu bukan hanya tentang kemiskinan, kesehatan, dan lingkungan, seperti yang sering dijelaskan dalam buku PPKn, melainkan juga masalah politik dan ketidakadilan sosial yang semakin parah. Kekerasan oleh polisi, pengekangan kebebasan berekspresi, wakil rakyat yang hanya mewakili diri dan keluarganya, wakil rakyat yang justru menghina rakyat yang memilih mereka, penyalahgunaan uang negara, hukum yang tajam ke bawah, dan masih banyak lagi. Semua itu terlihat di depan mata. Anda semua buta jika belum sadar. Anda semua jahat jika tidak peduli. Tidak perlu kata oknum untuk isu ini. Semua hal harus diperbaiki.

Di tengah semua isu yang menjijikan ini, masih ada yang tidak peduli. Masih ada yang acuh tak acuh. Jika beralasan bahwa anda terlalu sibuk, kami juga sibuk, dengan cara kami masing-masing. Tetapi, ada yang jauh lebih kelam. Masih ada yang ingin menyerah dengan semua keadaan ini. Ia ingin negara ini hancur saja. Ia merasa bahwa situasi akan lebih baik jika negara ini hancur berkeping-keping. Ia merasa negara ini tidak ada nilainya lagi. Bahkan, ia merasa bahwa negara ini lebih baik dijajah kembali. Padahal, yang harus dihilangkan adalah pengaruh kotor yang membuat rakyat sengsara, mereka yang rakus akan harta duniawi yang terbatas, wakil rakyat yang tidak mewakili rakyat, mereka yang duduk di Senayan menikmati uang, uang, uang, dan kekuasaan semata. Itulah yang harus dihilangkan, bukan negara ini.

Ingat, masih banyak yang bergantung pada negara ini. Rakyat mencari nafkah, membantu sesama, dan membangun hal baik di Tanah Air ini. Sungguh, banyak sekali hal yang harus diperbaiki di negeri ini. Pemerintah memang berwatak sangat buruk, anti meminta maaf, anti kritik, anti kebebasan ekspresi, dan selalu membuat kebijakan yang menekan dan merugikan rakyat. Tetapi, hal ini bukanlah alasan untuk pasrah membiarkan negara ini hancur dari dalam.

Saudaraku semua, perbaikilah Indonesia. Jangan pernah biarkan kita semua ditindas. Jika anda tidak peduli dengan negeri ini, mungkin anda bisa pindah ke negara lain dan menjalani hidup yang indah, tetapi anda akan meninggalkan kami menderita di sini. Apakah anda setega itu? Apakah anda sejahat itu? Apakah anda sekejam itu?


Satu ketidakpedulian anda sekalian berkontribusi pada penderitaan berkepanjangan seluruh rakyat Indonesia.


#AwasIntel
#AwasProvokator

Comments

Loading comments...

Leave a Comment